,.

Monday, February 18, 2013

Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah

Sekilas tentang Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah

Manusia merupakan makhluk yang berakal budi. Dengan akal budinya, manusia mampu mengembangkan kemampuan yang spesifik manusiawi, yang menyangkut daya cipta, rasa maupun karsa. Dengan akal budinya, maka kemampuan bersuara bisa menjadi kemampuan berbahasa dan berkomunikasi. Manusia mampu menciptakan dan menggunakan symbol-simbol dalam kehidupan sehari-hari, sehingga oleh Ernst Cassirer disebut sebagai animal symbolicum (Suriasumantri, 2005: 171).

Adanya akal budi juga menyebabkan manusia mampu berpikir abstrak dan konseptual sehingga manusia disebut sebagai makhluk pemikir (homosapiens). Aristoteles menyebut manusia karena kemampuan sebagai animal that reason, dengan ciri utamanya selalu ingin mengetahui. Pada manusia melekat kehausan intelektual (intellectual curiousity), yang menjelma dalam aneka wujud pertanyaan (Rinjin, 1996: 9).

Manusia selalu bertanya karena terdorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu tersebut sudah muncul pada awal perkembangannya. Manifestasi dari hasrat ingin tahu tersebut antara lain berupa pertanyaan: "Apa ini atau apa itu?" Pertanyaan tersebut selanjutnya berkembangan menjadi: "Mengapa demikian dan bagaimana cara mengatasinya?".

Hasrat ingin tahu manusia tersebut terpuaskan bila manusia memperoleh pengetahuan yang benar mengenai hal-hal yang dipertanyakan. Dalam sejarah perkembangannya, manusia ternyata manusia selalu berusaha memperoleh pengetahuan yang benar atau yang secara singkat dapat disebut sebagai kebenaran (Suryabrata, 2000: 2). Manusia senantiasa berusaha memahami, memperoleh, dan memanfaatkan kebenaran untuk kehidupannya. Tidak salah jika satu sebutan lagi diberikan kepadanya, yaitu manusia sebagai makhluk pencari kebenaran.

Pada tingkat lain, muncul persoalan serupa: Apakah pengetahuan manusia berasal dari akal budi manusia atau berasal dari pengalaman manusia akan realitas obyektif di alam semesta ini. Juga muncul persoalan mengenai apakah pengetahuan manusia itu bersifat psikologis subyektif atau bersifat obyektif universal. Apakah pengetahuan manusia hanya berkaitan dengan struktur kesadaran subyektif masing-masing orang atau sesuai dengan kenyataan real yang melekat pada obyek yang dikenal dan diketahui manusia sebagai manusia lepas dari kesadaran subyektif setiap orang (Keraf, 2005: 20). 
Berikut ini akan disinggung tentang pengetahuan, ilmu pengetahuan ilmiah, dan penelitian.
Pengertian Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan dan Penelitian Ilmiah
1.    Pengertian Pengetahuan
Pengertian pengetahuan dalam Pepi Perdiansyah sebagai berikut.
  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring, pengetahuan berarti segala sesuatu yang diketahui, kepandaian atau segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran).
  • Menurut Pudjawidjana (1983), pengetahuan adalah reaksi dari manusia atas rangsangannya oleh alam sekitar melalui persentuhan melalui objek dengan indera. Selain itu pengetahuan merupakan hasil yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap sebuah objek tertentu.
  • Menurut Ngatimin (1990), pengetahuan adalah sebagai ingatan atas bahan-bahan yang telah dipelajari dan mungkin ini menyangkut tentang mengikat kembali sekumpulan bahan yang luas dari hal-hal yang terperinci oleh teori, tetapi apa yang diberikan menggunakan ingatan akan keterangan yang sesuai.
  • Menurut Notoatmodjo (2007) menyatakan bahwa pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan.
Selanjutnya dapat didownload pada link berikut.
download Makalah


Related Post:

Widget by [ Iptek-4u ]

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Iptek-4u - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons