,.

Tuesday, November 20, 2012

Desain Pembelajaran Hubungan Antar Satuan Berat di Kelas 3A SD Negeri 117 Palembang

LAPORAN OBSERVASI 2:
Desain Pembelajaran Hubungan Antar Satuan Berat di Kelas 3A
SD Negeri 117 Palembang

Oleh:
Ahmad Wachidul Kohar
Fanni Fatoni
Wisnu Siwi Satiti
  
A.  Pendahuluan
Konsep-konsep pengukuran dalam kurikulum  matematika SD berhubungan dengan kegiatan membandingkan apa yang diukur dengan apa yang menjadi satuan ukuran standar. Menurut Pujiati (2004), pengalaman siswa yang cukup dalam mengukur akan membantu mengembangkan keterampilan siswa dalam kegiatan pengukuran. Salah satu  pengalaman yang dapat diajarkan kepada siswa adalah pengenalan terhadap alat ukur seperti timbangan untuk satuan berat, mistar untuk satuan panjang, dan gelas ukur untuk satuan volume.    

Dengan mengenal dan mencoba secara langsung penggunaan alat-alat ukur tersebut, siswa tidak akan hanya mengetahui aplikasi praktis dari keterampilan menghitung yang telah dipelajarinya, tetapi juga akan berguna terhadap kualitas pemahaman mereka terhadap hubungan keterampilan mengukur dengan bidang lain seperti sains yang lebih banyak membutuhkan keterampilan ini.

Dalam PMRI, pengenalan penggunaan alat ukur dapat dijadikan sebagai konteks untuk memulai mengajarkan hubungan antar satuan berat. Manfaat penggunaan konteks ini di awal pembelajaran seperti yang diungkapkan  Wijaya (2011) bahwa konteks dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa dalam belajar matematika. Hal ini dikarenakan siswa diperkenalkan hal baru yang ada kaitannya dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Oleh karena alasan di atas, kami (Kohar, Fanni dan Siwi) bersama guru mitra di kelas 3A SD Negeri 117 Palembang berkolaborasi untuk mendesain pembelajaran dengan pendekatan PMRI untuk materi hubungan antar satuan berat dengan menggunakan konteks alat ukur jenis timbangan jarum. Rincian bagaimana guru dan tim kami  merancang pembelajaran, mengimplementasikan rancangan tersebut dan kemudian melakukan analisis terhadap hasil implementasi dijelaskan dalam bagian desain pembelajaran sebagai berikut.

B. Tujuan Observasi
Kegiatan perancangan desain pembelajaran dan observasi ini adalah sebagai berikut.
  1. Mendeskripsikan pembelajaran hubungan antar satuan berat (kg, gram, dan ons) dengan pendekatan PMRI di keas 3A SD Negeri 117 Palembang.
  2. Memberikan pengalaman bagi tim observer untuk mendesain dan menyelenggarakan pembelajaran dengan pendekatan PMRI pada materi hubungan antar satuan berat
C. Desain Pembelajaran
Materi yang diajarkan dalam pembelajaran ini adalah hubungan antar satuan berat, yang dalam hal ini fokus pada hubungan antara satuan kg, ons, dan gram.  Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan di kelas VA SD N 117 Palembang. Adapun tahap-tahap yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah  preliminary design (analisis kurikulum, penentuan indikator dan tujuan pembelajaran), dilanjutkan dengan teaching experiment (penerapan/desain pembelajaran) dan melakukan retrospective analysis (refeleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan) yang akan didiskripsikan sebagai berikut.

1. Preliminary Design
Kegiatan yang kami lakukan dalam tahap ini adalah  melakukan analisis terhadap kurikulum yang bertujuan agar pembelajaran yang didesain sesuai dengan kurikulum matematika yang berlaku untuk kelas 3 SD sebagai subjek dalam kegiatan pembelajaran. Analisis meliputi penentuan materi ajar, tujuan pembelajaran, dan indikator pembelajaran.

Berdasarkan informasi dari guru mitra (Ibu Fatmawati), materi tentang hubungan antar satuan berat diajarkan setelah materi tentang uang. Materi ini bisa diajarkan sekaligus dengan mengajarkan kepada siswa tentang pengenalan terhadap macam-macam alat ukur.
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang menjadi acuan  dalam penyusunan rencana pembelajaran secara berturut-turut adalah menggunakan pengukuran waktu, panjang dan berat dalam pemecahan masalah dan mengenal hubungan antar satuan waktu, antar satuan panjang, dan antar satuan berat. Dari kompetensi dasar tersebut dirumuskan tujuan pembelajaran dan indikator keberhasilan pembelajaran. Karena fokus dari materi pembelajaran ini adalah mengkonversi satuan kilogram ke gram, satuan ons ke gram, dan satuan kilogram ke gram, maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah siswa dapat memperkirakan berat suatu benda lebih dari, kurang dari dan atau tepat 1 kg dengan menggunakan timbangan, dan siswa dapat menyimpulkan hubungan kg dengan gram atau ons dan atau sebaliknya dengan bahasa siswa melalui perwakilan dari setiap kelompok dengan kegiatan menimbang.

Sementara itu, indikator tercapainya tujuan pembelajaran adalah mengestimasi berat suatu benda lebih dari, kurang dari dan atau tepat 1 kg dengan menggunakan timbangan dan menyimpulkan hubungan kg, ons, dan gram dengan bahasa siswa sendiri.
Setelah menentukan tujuan dan indikator pembelajaran, kegiatan selanjutnya adalah mendesain isi dari kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Kami memilih konteks alat ukur timbangan berat sebagai titik awal (use of context) untuk membelajarkan hubungan antar satuan kg, ons, dan gram. Konteks ini dipilih atas saran juga dari Ibu Fatmawati (Guru Kelas 3A) karena alat ukur ini sering siswa jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga akan memperoleh pengalaman langsung cara menggunakan alat ukur timbangan.
Dari catatan kami selama kegiatan praobservasi, pada saat guru meminta umpan balik kepada siswa dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar materi pembelajaran, siswa terlihat sangat aktif untuk menunggu giliran diberi kesempatan untuk berbicara atau mendemonstrasikan jawaban di papan tulis. Situasi ini menginspirasi kami untuk mendesain pembelajaran yang lebih banyak melibatkan keaktifan siswa selama pembelajaran, baik pada saat bekerja dalam kelompok maupun pada saat presentasi (interactivity). Hal ini bertujuan agar siswa dapat mengkonstruksi sendiri pemahaman mereka terhadap masalah yang diberikan sehingga bermanfaat untuk bergerak ke proses matematisasi selanjutnya (student’s contribution).
Untuk menemukan hubungan satuan kg, gram, dan ons, siswa diharapkan dapat menggunakan pengetahuan/konsep di materi lain (intertwining of learning strands) yang telah mereka miliki seperti penjumlahan dan perkalian, seperti berapa bungkus kemasan pasir 10 gram yang dibutuhkan untuk memperoleh pasir dengan total berat 1 ons.  Dalam kaitannya dengan proses matematisasi yang diharapkan dapat dibangun oleh siswa melalui penggunaan model (use of model) selama pembelajaran, maka disusunlah sebuah iceberg materi hubungan antar satuan berat berikut ini.

Gambar 1. Ice berg hubungan antara kg, gram, dan ons
Berdasarkan ice berg pada gambar di atas, alat ukur timbangan dan barang-barang sehari-hari yang tertulis berat isinya dan sering dijumpai siswa menjadi konteks untuk memulai pembelajaran. Sementara itu, sebagai model of dalam pembelajaran ini, siswa diminta untuk mengukur secara langsung beberapa barang dan kemasan pasir berbagai ukuran dengan menggunakan timbangan, untuk kemudian mengarahkan siswa untuk menuliskan data yang mereka peroleh ke dalam tabel konversi yang berfungsi sebagai model for. Untuk selanjutnya, diharapkan siswa dapat menemukan sendiri konversi dari kg ke gram, ons ke gram ,dan kg ke ons yang merupakan bentuk matematika formal dari hubungan antar ketiga satuan tersebut melalui serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam kelompok.


Untuk lebih lengkap, kamu dapat mendownload file PDF dari Laporan Observasi di SD N 117 Palembang.

Related Post:

Widget by [ Iptek-4u ]

1 komentar:

Sri Murtini said...

menarik sekali,, terimakasih atas informasinya.. sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentunya.. thanks for sharing . nice post

ST3 Telkom

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Iptek-4u - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons